Pria Muslim Pasang Badan, Serahkan Nyawa Bagi Sahabatnya Seorang Katolik

1 Vues
Published
"Di Aljazair, Anda akan selalu berhutang budi pada persahabatan," ungkap Kardinal Jean - Paul Vesco, Uskup Agung Aljir, Ibu kota Aljazair.

Kardinal Vesco adalah seorang misionaris asal Prancis. Kardinal berusia 64 tahun itu sudah 20 tahun tinggal di Aljazair. Sejak tahun 2023 bahkan ia memperoleh kewarganegaraan Aljazair.

Bukan isapan jempol belaka kata - kata sang kardinal. Betul ada pria Aljazair beragama Islam pasang badan, rela menyerahkan nyawa bagi sahabatnya, seorang beragama Katolik.

Komunitas Katolik merupakan minoritas sangat kecil di Aljazair, sekitar 8.000 umat beriman di antara 41 juta populasi. Konversi agama dari Islam ke Katolik diawasi ketat oleh pihak berwenang. Islam menjadi agama negara. Perpindahan ke agama lain dipandang sebagai tindak kriminal.

Meski begitu, ruang koeksistensi tetap ada walaupun dibatasi. Gereja Katolik diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam membangun bangsa, terutama di bidang sosial dan pelayanan kesehatan.

"Gereja Katolik di Aljazair adalah Gereja Perjumpaan," tutur Kardinal Vesco. Gereja yang menjalin persahabatan, persaudaraan, dan perdamaian dengan semua orang, tanpa memandang sekat - sekat agama dan budaya.

Misi tersebut telah dipatri di atas prasasti di dalam Basilika Bunda Maria Afrika di Aljir, situs suci Katolik yang berdiri tegak di atas tebing setinggi 124 meter dan menatap Laut Mediterania.

Sebuah kalimat dalam bentuk doa singkat tertulis di atas prasasti, bunyinya: "Bunda Maria Afrika, Doakan Kami dan Umat Muslim."

Selain bahasa Prancis, doa ditulis pula dalam bahasa Arab dan Kabyle.

Kunjungan Paus Leo XIV ke Aljazair tanggal 13 - 15 April ini mempertegas misi Gereja Katolik Aljazair sebagai Gereja Perjumpaan. Bapa Suci datang sebagai Rasul Perdamaian, ingin menyapa semua warga Aljazair dengan salam tradisional di negara itu " As- salamu Alaikum".

Kardinal Vesco mengatakan, kedatangan Paus Leo sebuah visitasi. Ibarat Maria mengunjungi Elisabet, saudaranya. Tapi, kunjungan Paus Leo tidak sebatas pada perjumpaan dengan komunitas Katolik lokal saja. Tapi, untuk berjumpa, menjalin persahabatan dengan semua orang. Termasuk mempererat jalinan persahabatan antara Katolik dan Muslim Aljazair.

Kardinal Vesco sangat terkesan dengan kemurahan hati masyarakat Aljazair. Saat ini, ia punya sahabat Muslim begitu banyak di semua lapisan. Pada Oktober 2025 Bapa Kardinal bersama rombongan 30 orang umat Muslim Aljazair mengunjungi Gua Maria Lourdes di Prancis, membawakan di atas panggung tragedi yang menimpa tujuh biarawan Trappist dari Tibhirine yang jadi martir pada tahun 1996.

Di antara rombongan ada Khaled Boudaoui, pria Muslim Aljazair yang punya hobi sama dengan Bapa Kardinal. Keduanya suka olahraga lari dan beberapa kali mengikuti lomba maraton internasional.

Tak ada jalinan persahabatan lebih menggetarkan selain pertemanan Mohammed, pria Muslim, dengan Christian de Cherge, pria Katolik.

Mohammed adalah anggota polisi Aljazair, sementara Christian seorang letnan angkatan darat Prancis yang ditugaskan di Aljazair.

Mohammed dan Christian sering jalan bersama, makan dan minum bersama. Suatu ketika, saat kedua pria itu sedang asyik ngobrol, mereka dikepung ekstremis Muslim bersenjata. Mereka menodong Christian dengan senapan. Sontak Mohammed berdiri di antara Christian dan kelompok bersenjata, mengatakan bahwa perwira Prancis itu sahabat baik umat Muslim.

Para ekstremist langsung pergi. Namun, keesokan harinya Mohammed ditemukan tewas dekat rumahnya. Lehernya digorok lantaran membela orang asing dan bukan beragama Islam. Mohammed meninggalkan seorang janda dan 10 orang anak.

Christian sangat terpukul dengan kejadian itu. Ia kemudian melucuti seragam tentaranya, masuk seminari dan menjadi biarawan Trappist, lalu kembali ke Aljazair sebagai misionaris.

Di Aljazair, Pastor Christian ditunjuk jadi pemimpin biara Trappist di Tibhirine, di kaki Pegunungan Atlas. Ia menjalin hubungan baik dengan umat Muslim, memberi layanan medis. Bahkan, ia menyediakan sebuah bangunan di lingkungan biara untuk dijadikan Mushola. Pastor Christian dan enam anak buahnya sering diundang warga Muslim untuk menghadiri pesta rakyat. Termasuk undangan untuk menghadiri acara sunat.

Perang Saudara pecah di Aljazair pada tahun 1990-an. Biarawan Trappist semua diusir oleh kelompok bersenjata Muslim. Tapi, pengusiran paksa ditolak. Para biarawan tidak tega meninggalkan sahabat- sahabat Muslim mereka.

Para biarawan kemudian diculik, lalu dibunuh. Pastor Christian wafat dengan cara seperti yang dialami almarhum Mohammed, kepalanya dipenggal.

Kesaksian Pastor Christian adalah contoh bahwa persaudaraan Katolik harus universal tanpa memandang afiliasi apa pun. Jika kita bersahabat dengan sesama Katolik saja, kita bukanlah Katolik sejati.*

#katolik #katolikindonesia #katolikroma
#aljazair #algerie #popeleoxiv
Catégories
vidéos/films
Soyez le premier à commenter cette vidéo.